Ciri-ciri Kalimat Efektif: Pengertian, Struktur, Tema, Unsur – AAcial

Definisi Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan ide, informasi, dan perasaan secara tepat dari segi diksi, struktur, dan logika. Sehingga dalam keselamatan pendengar dapat memahami apa yang disampaikan dengan baik dan jelas serta tepat pula.Ciri-ciri kalimat efektif

Adapun pendapat lain tentang kalimat efektif yaitu kalimat yang memiliki kemampuan untuk mengungkapkan gagasan penulis atau pembicara sehingga pembaca atau pendengar dapat memahami gagasan yang diungkapkan dalam kalimat tersebut sebagaimana gagasan yang dimaksudkan penulis atau pembicara.

Baca Juga : Kalimat Efektif

Namun, terkadang pendengar tidak mengerti atau tidak mengerti apa yang disampaikan oleh pembicara karena frase yang digunakan kurang efektif, seperti kata yang seharusnya tidak diucapkan dan kata yang seharusnya tidak diucapkan tidak diucapkan.

Alangkah baiknya jika dalam penyampaian kalimat menggunakan kalimat yang lengkap dan tentunya jelas. Dengan demikian, pendengar dapat menerima dan memahami apa yang dikatakan.


Ciri-ciri kalimat efektif

Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


  • Ada kesatuan pikiran

Kalimat efektif harus mengandung atau menunjukkan kesatuan ide dan hanya memiliki satu ide pokok. Dalam sebuah kalimat dikatakan memiliki satu ide, dan jika kalimat tersebut dikatakan memiliki, subjek, predikat dan elemen lainnya saling mendukung dan membentuk satu kesatuan.

“Dalam kerangka ini adalah sebuah konsep yang dapat mencapai perintah kerja Anda.”

Kalimat tersebut tidak memiliki kesatuan makna karena tidak didukung oleh subjek. Elemen dalam kerangka ini Ini bukan topik, ini deskripsi. Untuk mempersingkat kalimat di dalam harus dihilangkan sehingga kalimatnya menjadi seperti ini:

“Kerangka kerja ini adalah konsep yang dapat mencapai perintah kerja Anda.”


Penjajaran yang dimaksud adalah penggunaan bentuk kata atau juga frase imbuhan yang memiliki kesamaan, baik bentuk maupun fungsinya. Jika kalimat tersebut menggunakan verba berafiks di dalam-Kemudian bagian lain harus digunakan juga di dalam- Lagi.

“Aris membenarkan yayasan saat dipresentasikan di ruang rapat”.

Kalimat tersebut bukan merupakan kalimat efektif karena tidak ada kesejajaran antar predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, sedangkan yang lain menggunakan predikat pasif. Untuk menjadi kalimat efektif, kalimat tersebut harus diubah menjadi:

Aris mengonfirmasi kerangka kerja dan perkenalkan itu dalam ketat.”


Kalimat efektif harus mudah dipahami. Unsur-unsur pembentuknya harus berhubungan secara logis atau dapat diterima akal sehat. Struktur kalimat dapat dianggap logis jika kalimat tersebut memiliki makna yang dapat diterima oleh akal sehat.

Kalimat tersebut harus memiliki makna yang sesuai dengan kaidah umum akal. Kuda makan rumput Itu bukan kalimat logis karena tidak mungkin ada rumput yang bisa memberi makan kuda, yang ada adalah kuda makan rumput. Kasus logis seperti itu sangat mudah diidentifikasi. Kita dapat melihat bahwa kalimat tersebut salah.

Baca juga: √ Kalimat: Pengertian, Contoh, Ciri, Unsur, Struktur, dan Jenis


Kalimat efektif tidak perlu menggunakan penekanan yang tidak perlu. Setiap kata harus memiliki fungsi yang jelas. Penggunaan kata yang berlebihan hanya akan melemahkan dan mengaburkan makna kalimat.
Contoh: Mawar, anyelir, bunga melati sangat disukainya.
Penggunaan kata-kata bunga dalam kalimat tidak perlu karena kata mawar, anyelir Dan Melati sudah masuk akal “bunga”.


Struktur Kalimat Efektif


Ada dua unsur penyusun kalimat, yaitu unsur wajib dan unsur wajib (manasuka). Unsur wajib adalah unsur yang harus ada dalam kalimat (subjek dan predikat) sedangkan unsur tidak wajib adalah unsur yang boleh atau tidak boleh ada dalam suatu kalimat (kata kerja bantu: harus, mungkin; kata keterangan aspek: sudah, akan; kata keterangan: tempat , waktu, peristiwa, dan sebagainya).


Apa yang disebut paralelisme dalam sebuah kalimat adalah penggunaan bentuk bahasa yang sama yang digunakan dalam susunan serial. Jika sebuah ide dalam sebuah kalimat diungkapkan dengan frase (kelompok kata), maka ide padanannya harus diungkapkan dengan sebuah kalimat.

Jika kata benda menyatakan suatu gagasan dalam suatu kalimat (misalnya bentuk pe-an, ke-an), maka gagasan padanannya juga diungkapkan oleh suatu kata benda. Jika suatu gagasan dalam kalimat diungkapkan dengan kata kerja (misalnya bentuk me-kan, di-kan), maka gagasan lain yang setingkat dengan itu harus diungkapkan dengan kata kerja. Menyejajarkan kalimat akan membantu memperjelas kalimat secara keseluruhan.


Syarat kalimat efektif

Suatu kalimat dapat dikatakan kalimat efektif jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:


Ia memiliki subjek, predikat, dan unsur-unsur lain (O/K) yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan.

Dalam keputusan ini adalah kebijakan yang dapat membantu keselamatan publik. Kalimat ini tidak memiliki satuan karena tidak didukung oleh subjek. Unsur keputusannya bukan subjeknya, melainkan deskripsinya. Ciri bahwa unsur tersebut adalah kata keterangan ditunjukkan dengan adanya preposisi di dalam (ini harus dihilangkan).


Memiliki bentuk/imbuhan yang sama. Jika sebagian kalimat menggunakan awalan di-, bagian kalimat yang lain juga harus menggunakan di-.

Kakak saya membantu anak itu dengan menggendongnya ke pinggir jalan. Kalimat tersebut tidak memiliki paralel antara predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif yaitu imbuhan me-, sedangkan yang lain menggunakan predikat pasif yaitu imbuhan di-. Seharusnya kalimat itu diubah menjadi:

Baca Juga: Kata Baku dan Tidak Baku – Pengertian, Ciri, Contoh, Frasa, Makna

  • Sang kakak membantu sang anak dengan menggendongnya ke pinggir jalan
  • Kakaknya membantu anak itu dengan menggendongnya ke pinggir jalan.

Kalimat efektif sebaiknya tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebihan. Penggunaan kata yang berlebihan hanya akan mengaburkan makna

Mawar, anyelir, dan bunga melati sangat menyukainya.

Penggunaan kata bunga pada kalimat di atas tidak perlu. Kata Rose, Carnation dan Jasmine memiliki arti bunga. Kalimat yang benar adalah:
Mawar, anyelir, dan melati sangat menyukainya.


Kalimat penting harus disorot.

Metode:

  • Mengubah posisi kalimat yaitu dengan menempatkan bagian penting sebelum kalimat.

Contoh:

  1. Besar harapan kami untuk dapat membahas hal ini kembali di lain kesempatan
  2. Di lain waktu, kami berharap dapat membahas masalah ini lagi.
  • Gunakan partikel; Penekanan pada bagian kalimat dapat menggunakan partikel -lah, -pun, dan -kah.

Contoh:

  1. Andalah yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini.
  2. Kami pun ikut serta dalam kegiatan tersebut.
  3. Bisakah dia menyelesaikannya?
  • Gunakan pengulangan, yaitu jangan mengulang kata-kata yang dianggap penting.
    Contoh:

Dalam memajukan hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan masyarakat, diperlukan adanya komunikasi dan pengertian satu sama lain.

  • Gunakan kontradiksi, yaitu menggunakan kata-kata yang bertentangan atau berlawanan arti/makna pada bagian kalimat yang ingin ditekankan.
    Contoh:
  1. Anak itu tidak malas, tapi rajin.
  2. Dia tidak menginginkan perbaikan sebagian, tetapi penuh dan lengkap.

Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini, hubungan antar unsur kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Baca juga: 66 Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Contoh:

Waktu dan tempat saya persilakan.

Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat diterima. Kalimat itu harus diubah, misalnya:

Pak Pembicara, saya mengundang Anda ke podium.

Contoh kalimat efektif:

  1. Kami akan mempertimbangkan saran yang disampaikan (tidak efektif) Harus: Kami akan mempertimbangkan saran yang disampaikan.
  2. Sejak pagi dia lelah (tidak efektif)

Seharusnya: Sejak pagi pikirnya.


Unsur Kalimat Efektif

Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku tata bahasa Indonesia kuno sering disebut posisi kata dan sekarang disebut peran kata dalam kalimat, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan kata keterangan (Ket) . ). Kalimat baku bahasa Indonesia paling tidak terdiri dari dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Elemen lain (objek, pelengkap, dan kata keterangan) dalam sebuah kalimat mungkin ada, tidak ada, atau tidak ada.


Subjek (S) adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, tokoh (objek), sesuatu, masalah yang menjadi dasar/topik pembicaraan.

Misalnya:

  • ayahku adalah melukis.
  • Kantor direktur
  • Salah satu batik guruku

Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahukan apa yang harus dilakukan (tindakan) atau dalam keadaan apa subjek (aktor/karakter atau objek dalam kalimat). Selain tindakan atau tindakan subjek (S), P juga dapat menunjukkan sifat, situasi, status, ciri atau identitas S.

Misalnya:

  • kuda
  • Ibu tidur siang
  • Anak perempuannya cantik

Objek (O) adalah bagian dari kalimat yang melengkapi P. Objek biasanya dilengkapi dengan kata benda, frase kata benda, atau klausa. Dimana O selalu mengikuti P yang merupakan verba transitif, yaitu verba yang mensyaratkan adanya O untuk mengikat.

Misalnya:

  • Nurul memelukku anak
  • Goreng matang ikan

Pelengkap (P) atau pelengkap adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Dimana pelengkap umumnya berada di belakang P yang berupa kata kerja. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi Pel dan O adalah sama, bisa berupa nomina, frase nomina, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan. Perhatikan contoh di bawah ini:

  • Sutardji membaca pengagumnya puisi kontemporer.
  • kata Mayang pada Rayhan Sejarah Kanselir. Sekretaris datang untuk mencari bosnya Air minum.

Deskripsi (Ket) adalah bagian kalimat yang menjelaskan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lain. Unsur Ket dapat berfungsi untuk menjelaskan S, P, O, dan Pel. Posisinya bebas, bisa di awal, di tengah, atau di akhir kalimat. Entah pengisi adalah frase kata benda, frase preposisi, kata keterangan, atau klausa.

Baca juga: Pengertian Sejarah Daerah Beserta Jenis dan Unsur-unsurnya


Demikian artikel dari guruducation.co.id mengenai Ciri-Ciri Kalimat Efektif: Pengertian, Struktur, Tema, Unsur dan Contoh sudah lengkap, semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat semua.

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *