Definisi E-learning – kekuatan, kelemahan, kualitas, ahli – AAcial

Pengertian E-learning – Ciri, Manfaat, Kelebihan, Kelemahan, Jenis, Komponen, Keahlian: E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang menggunakan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.


E-Pembelajaran

Contents

Definisi E-learning

Pengertian E-learning adalah proses pembelajaran elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Apabila dikembangkan dalam jaringan komputer, maka dimungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk yang berbasis internet, sehingga kemudian dikembangkan dalam jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet.


Presentasi e-learning berbasis web dapat lebih interaktif. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses yang memungkinkan perkuliahan berlangsung lebih lama.


Baca juga artikel terkait: 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli


Banyak ahli yang menjelaskan pengertian E-learning dari beberapa sudut pandang. Definisi yang sering digunakan oleh banyak pihak adalah sebagai berikut:

E-learning adalah pembelajaran terstruktur yang menggunakan sistem elektronik atau komputer untuk mendukung proses pembelajaran.


E-learning merupakan proses pembelajaran jarak jauh yang menggabungkan prinsip-prinsip proses pembelajaran dengan teknologi.


E-learning adalah sistem pembelajaran yang digunakan sebagai media, yaitu sebagai proses belajar mengajar yang berlangsung tanpa perlu bertatap muka langsung antara pendidik dan peserta didik.


Fitur E-learning

Menurut Rosenberg (2001) karakteristik e-learning adalah jaringan, yang memungkinkan untuk dapat memperbaiki dengan cepat, menyimpan atau mengambil, mendistribusikan, dan juga berbagi pembelajaran dan informasi.


Karakteristik e-learning menurut Nursalam (2008:135) antara lain:

Manfaat E-learning

Manfaat lain dari E-learning adalah sebagai berikut:

  • Efektivitas biaya.

    E-learning memberikan efisiensi biaya untuk administrasi penerapannya, efisiensi dalam penyediaan sarana dan prasarana fisik untuk dapat belajar dan efisiensi biaya bagi mahasiswa yaitu biaya transportasi dan akomodasi.


  • Meningkatkan partisipasi aktif siswa.
  • Meningkatkan kemampuan belajar mandiri siswa.
  • Meningkatkan kualitas bahan ajar dan pelatihan.
  • Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, yang akan sulit dilakukan dengan perangkat biasa.

Kelebihan E-learning

Keunggulan E-learning adalah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui keunggulan masing-masing media (Sujana, 2005: 253). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak keuntungan, yaitu:


  • Lebih mudah menyerapini berarti menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, dan juga video.
  • Jauh lebih hemat biayaArtinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimal penonton, bisa dimana saja, dan sebagainya

  • Jauh lebih singkatArtinya tidak banyak mengandung formalitas kelas, langsung pada mata pelajaran, mata pelajaran seperlunya.
  • Tersedia 24 jam sehari Artinya penguasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa memantau, bisa diuji dengan e-test.

Baca juga artikel terkait: 101 Pengertian Hukum Tata Negara Menurut Para Ahli


Kekurangan E-learning

menurut L. Gavrilova (2006: 354) kelemahan E-learning adalah pembelajaran dengan menggunakan model E-learning lebih banyak membutuhkan peralatan tambahan (seperti komputer, monitor, keyboard, dan sebagainya).


Kelemahan E-learning yang dijelaskan dalam Nursalam (2008:140) antara lain sebagai berikut:

  • Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antara siswa itu sendiri.
  • Kecenderungan ini dapat mengabaikan aspek akademik atau sosial dan sebaliknya membuat aspek bisnis atau komersial tumbuh.
  • Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan itu sendiri.

  • Berubahnya peran guru dari yang sebelumnya sudah menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut untuk mengetahui teknik pembelajaran dengan menggunakan TIK (informasi, komunikasi, dan juga teknologi).
  • Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet
  • Kurangnya sumber daya manusia yang memahami internet.

  • Kurang menguasai bahasa komputer.
  • Akses komputer yang memadai dapat menjadi masalah bagi siswa.
  • Siswa-siswa ini mungkin frustrasi jika mereka tidak dapat mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan (perangkat lunak dan perangkat keras) yang tidak memadai.
  • Ketersediaan infrastruktur yang dapat memenuhi.
  • Informasi bervariasi dalam kualitas dan akurasi, sehingga saran dan permintaan fitur diminta.
  • Para siswa ini mungkin merasa terisolasi

Kualitas E-learning

Jenis E-learning berbasis teknologi informasi yang digunakan dan dikelompokkan berdasarkan basis teknologinya, yaitu:

1. Pelatihan Berbasis Komputer (CBT)

Sistem ini mulai berkembang pada tahun 80-an dan masih berkembang hingga sekarang. Hal ini didukung dengan perkembangan sistem animasi yang semakin menarik dan realistis (misalnya sistem animasi 3 dimensi).


2. Pelatihan Berbasis Web (WBT)

Sistem ini merupakan pengembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet. Jadi, dengan menggunakan konsep ini, komunikasi dua arah dapat terjadi antar pengguna. Namun kelancaran proses pembelajaran ini bergantung pada infrastruktur jaringan berkecepatan tinggi. Hambatan penerapan konsep ini adalah kenyataan bahwa jaringan internet di negara kita masih belum merata.


Pada dasarnya terdapat 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih, yaitu:

A. Sepenuhnya tatap muka (konvensional)
B. Ada yang tatap muka dan ada yang melalui internet
C. Sepenuhnya melalui internet

Salah satu elemen WBT yang paling populer adalah video-conference, di mana siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan segala hal tanpa harus bertatap muka.


Baca juga artikel terkait: 101 Pengertian Hukuman Mati Menurut Para Ahli Dunia


elemen e-learning

Komponen yang membentuk e-learning (Romisatriawahono, 2008) adalah:

A. Infrastruktur e-learning

Infrastruktur e-learning adalah peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat berupa komputer pribadi ((PC), yaitu komputer milik pribadi (Februari, 2004)), jaringan komputer (yaitu kumpulan dari sejumlah perangkat. berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005))


Internet (yang berarti Interconnection Networking didefinisikan sebagai komputer yang terhubung di seluruh dunia (Februari 2004)) dan peralatan multimedia (alat media yang menggabungkan dua atau lebih elemen media yang berisi teks, grafik, gambar, foto, audio terintegrasi, video dan animasi ( Februari, 2004)).


Ini termasuk peralatan telekonferensi (pertemuan jarak jauh antara beberapa orang yang secara fisik berada di lokasi geografis yang berbeda (Februari, 2004)) jika kita menyediakan layanan pembelajaran sinkron, yaitu proses pembelajaran berlangsung pada waktu yang sama ketika guru mengajar dan para siswa sedang belajar. melalui telekonferensi.


B. Sistem dan aplikasi e-learning

Sistem dan aplikasi e-learning sering disebut sebagai Learning Management System (LMS), yaitu sistem perangkat lunak yang memvirtualisasikan proses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, pelaporan program pelatihan, acara kelas dan online, program e-learning, dan konten pelatihan (Ellis, 2009)), misalnya, semua fitur yang berkaitan dengan manajemen pengajaran dan proses pembelajaran seperti bagaimana mengelola kelas, membuat materi atau konten, forum diskusi, sistem evaluasi (laporan), dan sistem ujian pada Internet. yang semuanya dapat diakses melalui internet.


C. konten e-learning

Konten e-learning adalah konten dan bahan ajar dalam sistem e-learning (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini dapat berupa misalnya konten berbasis multimedia (konten berupa multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya) atau konten berbasis teks ( konten dalam bentuk teks seperti dalam buku-buku di wikipedia.org, informatika.com, dll). Mereka biasanya disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga siswa dapat menjalankannya kapan saja dan di mana saja.


Sementara itu, ‘pelaku’ aplikasi e-learning dapat dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional yaitu kebutuhan akan guru (dosen) yang membimbing siswa (mahasiswa) yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan pengajaran. . dan proses pembelajaran.


Baca juga artikel terkait: Istilah lengkap hukum (advokat) di Indonesia

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *