Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Istilah, Contoh – AAcial

Kemasan – Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Aturan, Kandungan, Kelebihan, Etika, Contoh, Ahli : Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Pengemasan adalah bagian pertama dari produk yang ditemui pembeli dan dapat menarik atau menolak pembeli.


"Kemasan" Definisi& (Fungsi - Tujuan - Jenis)

Contents

Pengertian Kemasan

Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Pengemasan adalah bagian pertama dari produk yang ditemui pembeli dan dapat menarik atau menolak pembeli. Pengemasan suatu produk yang biasanya dikeluarkan oleh produsen dapat menarik minat konsumen untuk membeli barang tersebut.


Baca Juga Artikel Terkait : Pengertian, Fungsi dan Unsur Manajemen Pemasaran Beserta Tugas Lengkapnya


Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan desain kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk serupa di pasar yang sama.


Pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau kemasan sebagai suatu produk.

  • Swatha menafsirkan (1980: 139)

Pengemasan (packaging) adalah kegiatan umum dan perencanaan barang yang menyangkut penentuan desain pembuatan kemasan atau pengemasan suatu barang.


Kemasan adalah wadah atau kemasan. Maka dari beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi kemasan suatu barang yang meliputi perancangan kemasan dan pembuatan kemasan untuk produk tersebut.


Fungsi pengepakan

Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pengemasan barang karena menganggap bahwa fungsi pengemasan tidak hanya pengemasan saja, tetapi lebih luas dari itu.


  1. Melindungi barang dagangan yang penting dari kerusakan sejak diproduksi sampai dengan dibakarnya barang dagangan tersebut.
  2. Untuk memudahkan pemrosesan dan penyimpanan benda-benda komersial tersebut. Bukan perantara dengan konsumen.
  3. Untuk menjual produk yang dimaksud.

Baca juga artikel terkait: tujuan, strategi dan 6 definisi pemasaran menurut para ahli

Tujuan pengemasan

Menurut Louw dan Kimber “2007” kemasan dan label kemasan memiliki beberapa alasan, yaitu:

  • Produksi fisik, yaitu melindungi benda terhadap temperatur, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.
  • Perlindungan penghalang, yang melindungi terhadap oksigen, uap air, debu dan sebagainya.
  • Kelanjutan atau Aglomerasi berarti bahwa benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk pengangkutan dan penanganan yang efisien.

  • Transmisi informasi, yaitu informasi cara menggunakan transportasi, mendaur ulang atau membuang kemasan produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
  • Kurangi Pencurian yaitu paket yang tidak dapat disegel atau akan rusak secara fisik “menunjukkan tanda-tanda terbuka” sangat berguna dalam pencegahan pencurian paket dan juga memberikan peluang sebagai perangkat anti-pencurian.

  • Kepraktisan adalah fitur yang menambah kemudahan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, penutupan kembali, penggunaan dan penggunaan kembali.
  • Pemasaran yaitu pengemasan dan pelabelan dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong pembeli potensial untuk membeli produk mereka.

Kemasan berkualitas

Berdasarkan struktur isinya, kemasan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Kemasan primer

    yaitu bahan kemasan langsung dari supermarket “karton susu, botol minuman, dll.”


  • Kemasan tinggi

    yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti kardus untuk kotak surat, kotak kayu untuk wadah buah yang dibungkus dan sebagainya.


  • Kemasan unggul

    dan kuaterner yaitu kemasan yang diperlukan untuk penyimpanan, pengiriman atau identifikasi, kemasan superior umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.


Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Kemasan sekali pakai

    yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah sekali pakai. Contohnya termasuk bungkus plastik, permen, foil, kardus dan makanan kaleng.


  • Kemasan “multi-trip” yang dapat digunakan kembali

    Artinya, kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang begitu saja oleh konsumen, melainkan dikembalikan ke agen penjual untuk digunakan kembali oleh pabrik. Contohnya adalah botol minuman dan botol kecap.


  • Kemasan “semi-sekali pakai” yang tidak dapat dibuang

    Yakni, kemasan ini biasanya digunakan untuk keperluan lain di rumah konsumen setelah digunakan. Misalnya kotak biskuit, kotak susu dan aneka botol.


Menurut tingkat kesiapan pemakaiannya, kemasan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Kemasan siap pakai

    yaitu bahan pengemas yang siap diisi dalam bentuk yang sudah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah botol, kaleng dan sebagainya.


  • Kemasan siap dirakit

    yaitu pengemasan yang selalu memerlukan langkah perakitan sebelum diisi, misalnya kotak yang berbentuk pelat dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, kertas atau plastik.


Baca juga artikel terkait: Strategi pemasaran dan hal-hal penting dari sudut pandang penjual dan konsumen

Persyaratan kemasan

Menurut Winardi (1993:204) pertanyaan yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan pengemasan antara lain:

  1. Dari banyaknya bahan kemasan yang tersedia, bahan manakah yang paling baik digunakan dan menonjolkan wajah produk yang dihasilkan?
  2. Warna, desain, bentuk dan ukuran kemasan yang akan digunakan.
  3. Desain kemasan yang dapat memudahkan penggunaan produk oleh konsumen.
  4. Apakah suatu kemasan dapat didesain sesuai fungsinya sehingga kemasan tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain setelah barang dalam kemasan tersebut habis dikonsumsi.
  5. Pertimbangkan desain kemasan untuk acara tertentu, misalnya untuk kado ulang tahun dan acara spesial lainnya.

Bahan kemasan

Bahan yang digunakan untuk membuat kemasan akan sangat mempengaruhi desain dan bentuk kemasan yang akan dibuat dan juga mempengaruhi kemasan dari produk yang dikemas, misalnya produk yang berbentuk cair tidak akan aman atau bisa. dikemas dalam bentuk kertas, produk yang tidak tahan terhadap sinar ultra violet, tidak akan baik jika dikemas dalam plastik atau kaca transparan.

Menurut Syarief dan Irawati (1988:35) membagi kemasan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:


Rapuh, transparan (jadi tidak cocok untuk produk yang tidak tahan terhadap sinar ultra violet).

Biasanya terbuat dari aluminium. Kemasan logam memiliki kekuatan yang besar sehingga cocok untuk produk kemasan yang membutuhkan kemasan fleksibel, misalnya: untuk produk kemasan yang memerlukan tekanan yang cukup saat mendorong produk keluar dari kemasan.


Kemasan yang terbuat dari kertas ini tidak tahan terhadap kelembaban dan air sehingga mudah rusak, sehingga kemasan kertas tidak cocok untuk produk kemasan dengan kadar air yang tinggi atau dalam keadaan cair.


Kemasan ini dapat berupa film, tas, wadah dan bentuk lainnya seperti botol, kaleng, guci dan kotak. Penggunaan plastik sebagai kemasan semakin meluas karena biaya produksi yang relatif murah, mudah dibentuk dan dimodifikasi.


Baca juga artikel terkait: penjelasan kebutuhan dan faktor manusia yang tidak terbatas


Lebih banyak kemasan

Daya tarik kemasan sangat penting untuk menangkap stimulus konsumen yang ditransmisikan kepada produsen sehingga diharapkan konsumen tertarik dengan produk tersebut. Menurut Wiryo (1999:10) daya tarik visual kemasan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu daya tarik visual dan daya tarik praktis.


Daya tarik visual mengacu pada tampilan kemasan atau label produk yang meliputi warna, bentuk, branding, ilustrasi, teks, tata letak (Wirya, 1999:28-30)


  1. Warna

Warna adalah jenis cahaya yang dapat dipantulkan dari suatu benda ke mata manusia. Warna dibagi menjadi kategori terang (mudah), sedang, gelap (lama).


Fungsi pemilihan warna:

  1. Untuk mengidentifikasi produk agar berbeda dengan produk kompetitor.
  2. Untuk menarik perhatian, warna terang atau mengkilat akan lebih memantulkan cahaya daripada warna gelap.
  3. Untuk menciptakan pengaruh, misalnya meningkatkan selera konsumen terhadap produk makanan.
  4. Untuk mengembangkan asosiasi tertentu untuk produk-produknya.
  5. Menciptakan citra dengan mengembangkan produk-produknya.

  6. Untuk menghias produk.
  7. Untuk memastikan keterbacaan maksimal dalam penggunaan warna kontras.
  8. Untuk mendorong tindakan.
  9. Untuk perlindungan terhadap cahaya berbahaya.
  10. Untuk mengontrol suhu barang di dalamnya.
  11. Untuk membangkitkan minat dalam fashion.

  1. Membentuk

Bentuk kemasan disesuaikan dengan produk. Pertimbangan yang digunakan adalah pertimbangan mekanik, kondisi penjualan, perkembangan penjualan, penggunaan tampilan dan kemasan.


  1. Bentuk sederhana lebih disukai daripada bentuk kompleks
  2. Bentuk biasa memiliki daya tarik lebih
  3. Bentuk harus seimbang agar menyenangkan
  4. Bentuk persegi lebih disukai daripada persegi panjang
  5. Bentuk cembung lebih disukai daripada bentuk cekung
  6. Bentuk bulat lebih disukai wanita, sedangkan pria lebih menyukai bentuk siku
  7. Bentuknya harus mudah terlihat jika dilihat dari kejauhan.

Tanda-tanda identifikasi seperti merek dan logo perusahaan meningkatkan daya tarik konsumen. Brand atau logo ini dipandang mampu meningkatkan gengsi atau status seorang pembeli. Syarat logo yang baik adalah :

  1. Ada keaslian
  2. Mudah dibaca atau diucapkan
  3. Mudah diingat
  4. Sederhana dan singkat
  5. Tidak berkonotasi negatif
  6. Tidak sulit untuk menggambarkannya

Baca juga artikel terkait: pengertian, jenis dan contoh motif ekonomi lengkap


  1. Ilustrasi

Ini adalah alat komunikasi, paket bahasa universal yang dapat memecahkan hambatan bahasa. Ilustrasi ini dilengkapi dengan foto dan gambar untuk menarik konsumen.


  1. Topografi

Topografi adalah teks pada kemasan berupa pesan kita yang menjelaskan produk yang ditawarkan sekaligus memberikan sikap dan tindakan konsumen sesuai dengan harapan produsen.


  1. Tata letak

Tata letak adalah kombinasi dari semua elemen grafis termasuk warna, bentuk, ilustrasi merek, topografi, dalam satu kesatuan baru yang disusun dan ditempatkan pada halaman kemasan.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan tata letak adalah:

  1. Keseimbangan
  2. Sudut pandang tidak membuat elemen lebih menarik
  3. Bandingkan ukuran yang cocok
  4. Atur urutan aliran kendala yang sesuai

Daya tarik praktis ini adalah efisiensi dan efektivitas paket yang ditujukan untuk konsumen dan distributor atau pengecer.


Baca juga Artikel Terkait: Pengertian dan Jenis Tindakan Ekonomi Beserta Contoh Lengkapnya


Daya tarik kemasan menurut Wirya (1999:15) meliputi:

  1. Kemasan terjamin melindungi produk
  2. Kemasan yang mudah dibuka atau ditutup kembali untuk penyimpanan
  3. Kemas dengan porsi yang sesuai
  4. Kemasan yang dapat digunakan kembali
  5. Mudah dikemas, dipegang, dan dibawa
  6. Kemasan yang memudahkan penggunaan dalam pengeluaran dan pengisiannya

Kemasan etis


Dalam menentukan kebijakan pengemasan suatu produk, produsen harus memperhatikan etika pemasaran McCharty (1993:199-202) yaitu dalam membuat kemasan yang dapat bertanggung jawab secara sosial, misalnya dengan membuat kemasan yang dapat didaur ulang atau kemasan yang dapat digunakan kembali. . agar tidak merusak lingkungan. Selain itu, produsen harus mencantumkan tanggal kadaluarsa produk pada kemasannya agar konsumen tidak dirugikan oleh barang yang tidak dibutuhkannya dan merugikan mereknya dan juga perlu mencantumkan informasi harga barang tersebut kepada konsumen tersebut. produk.

Kemasan sampel

Baca juga artikel terkait: Pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli

Mungkin dibawah ini yang anda cari

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *